Sabtu, 10 Februari 2018

Serunya Menyusuri Sungai Kapuas di Pontianak

BY Lana Rezky IN No comments

Serunya Menyusuri Sungai Kapuas di Pontianak

Menggunakan kapal bermuatan 30 hingga 50 orang, Okezone berbaur dengan rombongan pelajar SMA Muhammadiyah I Pontianak. Dimulai dari Taman Alun-Alun Kapuas, perjalanan yang dinamai Trip Sungai  ini akan menyusuri Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia untuk menggali lebih dalam sejarah Kota Pontianak.

Adalah Komunitas Wisata Sejarah (Kuwas), komunitas anak muda perkumpulan pecinta sejarah yang ada di Kota Pontianak berniat memperkenalkan sejarah Kota Pontianak. Komunitas sejarah pertama di Kalbar ini juga memiliki tujuan menggiatkan kembali wisata sejarah yang penuh akan historis yang tak pernah lekang oleh waktu.

Berawal dari diskusi mahasiswa serta dosen IKIP PGRI dan Universitas Pontianak, Kuwas berhasil membawa ribuan pelajar menghabiskan waktu weekend dengan mempelajari sejarah Pontianak.

Trip sungai dimulai dengan mengunjungi makam Kesultanan di Batulayang yang merupakan makam sultan pertama Pontianak, Sultan Syahrir Abdurrahman Alqadrie yang merupakan pendiri Kota Pontianak.

Ratusan pelajar Muhammadiyah melihat begitu banyaknya masyarakat yang datang berziarah ke seluruh makam yang merupakan keturunan sultan Pontianak, hingga terakhir makam Sultan Hamid II yang merancang burung Garuda Pancasila dan merupakan anak sultan pertama pendiri Pontianak.

Sekretaris Kuwas, Ricky Astriadi menjelaskan diawal perjalanan, Kuwas membawa pelajar dan para turis mengenal berkembangnya perjalanan sejarah Pontianak sampai Kota Singkawang dan Kabupaten Mempawah.

"Sekarang ini kita melakukan trip pertama yang dimulai dari kawasan Korem yang dulunya dikenal dengan Kota Kolonial, Korem, Kantor Pos, Bank BI, Garda Pramuka sampai bangunan SD 14," ungkapnya kepada Okezone, Minggu, 9 Februari 2018.

Kawasan Korem yang saat ini disebut dengan taman alun Kapuas, dulunya dikenal dengan tanah seribu memiliki panjang 1000 meter dengan luasan hingga RS Antonius.

"Pada saat itu Belanda dengan Keraton melakukan perjanjian dan sering kerjasama. Awal muasal kenal dengan kanal, dipecah menjadi beberapa sungai termasuk sungai jawi," jelasnya.

Usai mengunjungi Makam Kesultanan rombongan menuju kawasan Tugu Khatulistiwa kemudian kapal menuju Masjid Jami' yang merupakan masjid tertua di Pontianak.

Selain memperkenalkan sejarah melalui trip sungai, Kuwas juga mempersilahkan turis serta pelajar jika ingin mengikuti trip kedua yaitu Kepala naga yang juga melewati Sungai Kapuas namun dengan trip berbeda.

Dimulai dari klenteng tiga yaitu pelabuhan Shenghie, kuning agung, gereja Gembala Baik yang merupakan rumah Tang Seng Hie yang membuka pelabuhan Senghie pertama kali.

Jelajah kota, diakui Ricki dimulai di Tahun 2016 dari Pontianak kemudian Mempawah melewati istana Amantubilah, Masjid Jamiatil Khair, kemakam raja-raja dan klenteng Loufanvak lanjut ke Jamtang pasar Sedau, Kaliasin yang terkenal dengan blacan atau terasi dimana kawasan merupakan perkampungan China pertama kali di Kota Singkawang.

Dari perkampungan China, rombongan dapat mengunjungi Masjid Raya Singkawang yang didirikan oleh Mbah Marican yang berasal dari India yang menyebarkan agama Islam pertama di Singkawang dan pendiri Masjid di Jalan Merdeka.

"Sejauh ini turis kebanyakan dari mahasiswa IKIP, Untan, Polnep diawal-awal namun sekarang pelajar disekolah-sekolah Pontianak sudah banyak yang tau," jelasnya.

Iapun berharap dengan adanya Kuwas maka tidak hanya pelajar yang menikmati sejarah Pontianak, tetapi seluruh lapisan masyarakat termasuk turis lokal dan asing dari berbagai negara.

"Kedepan tentu tidak hanya sejarah Pontianak yang kita paparkan melainkan juga seluruh sejarah di 14 Kabupaten/Kota yang ada di Kalbar," tuturnya.

Siswa SMA Muhammadiyah Pontianak, Solih Affandi mengaku senang mengikuti trip sejarah sungai ini sehingga mengetahui bangunan serta tempat-tempat mana saja yang bersejarah di kota kelahirannya.

"Pertama kali dan senang, kedepan pengen ikut lagi tapi dengan trip yang berbeda," pungkasnya.

0 komentar:

Posting Komentar