Sabtu, 10 Februari 2018

Menjelajahi Peninggalan Muslim di Jerusalemnya Eropa

BY Lana Rezky IN No comments

Menjelajahi Peninggalan Muslim di Jerusalemnya Eropa

Dijuluki sebagai Jerusalemnya Eropa karena memiliki penduduk multi etnis dan agama, kota Sarajevo di Bosnia-Herzegovina memiliki sejumlah peninggalan peradaban Islam yang didirikan sejak abad ke-15 oleh dinasti Utsmaniyah. Di antaranya adalah pasar tua Turki serta masjid yang selalu ramai dikunjungi para turis.
Di ibukota Bosnia-Herzegovina, Sarajevo, peninggalan peradaban Islam masih bisa dilihat dengan jelas dan kini menjadi obyek wisata yang mampu menarik kedatangan para turis.
Selain dibangun ulang pasca perang sipil, peninggalan peradaban Islam senantiasa dirawat karena mayoritas penduduk Bosnia-Herzegovina memeluk Islam.
Peninggalan peradaban Islam di Sarajevo berasal dari dinasti Utsmaniyah yang dulu memerintah Bosnia selama 400 tahun lebih. Peninggalannya bisa dilihat jelas bahkan dari nama kota Sarajevo sendiri yang berasal dari kata 'Saray' dari bahasa Turki yang berarti istana. Sebagian besar peninggalan dinasti Utsmaniyah berada di Bascarsija yang merupakan pusat sejarah dan budaya Sarajevo.
Kawasan ini terkenal dengan old bazaar atau pasar tua Turki yang dipenuhi dengan pedagang yang menjual makanan khas Turki, rempah-rempah, suvenir, serta peralatan makan terbuat dari tembaga. Bazaar Utsmaniyah di Sarajevo nyaman dijelajahi karena beberapa jalan di sini dikhususkan bagi pejalan kaki.
Di alun-alun Bascarsija berdiri peninggalan dinasti Utsmaniyah lainnya. Yaitu Sebilj atau sebuah air mancur yang terbuat dari kayu yang dibangun oleh Mehmet Pasha Kukavica pada pertengahan abad ke-18. Air mancur bergaya Utsmani ini menjadi tempat berkumpulnya burung merpati.
Masih di kawasan Bascarsija yang dulu merupakan kawasan tempat tinggal warga Yahudi berdiri masjid Gazi Husrev-beg. Masjid terbesar di Bosnia-Herzegovina ini berdiri sejak abad ke-16 dan dijadikan sebagai masjid utama umat muslim Bosnia-Herzegovina. Mengusung gaya arsitektur Utsmani klasik, masjid Gazi Husrev-beg memiliki beberapa kubah serta sebuah minaret.
Saat pertama kali dibangun oleh arsitek Acem Esir Ali, masjid dilengkapi dengan maktab dan madrasah, pasar berkubah serta hamam atau pemandian umum. Sayangnya perang sipil di Bosnia membuat masjid Gazi Husrev-beg rusak parah. Dengan bantuan berbagai pihak akhirnya masjid cantik ini dibangun kembali pada tahun 1996.
Selain masjid Gazi Husrez-beg, ada juga masjid kaisar yang bangunannya cantik dengan kubah berwarna hijau. Masjid kaisar merupakan masjid pertama yang dibangun dinasti Utsmaniyah di Bosnia.
Interior masjid yang lapang disertai dengan dekorasi yang detail seperti pada mihrab membuat masjid kaisar disebut sebagai masjid terindah di semenanjung Balkan pada masa pemerintahan dinasti Utsmaniyah.
Sebagai kota multi etnis dan agama, Sarajevo juga memiliki obyek wisata lainnya seperti katedral Sarajevo, gereja orthodoks, taman Vrelo Bosne, sungai Bosna dan lain sebagainya.

0 komentar:

Posting Komentar